BOGOR – PENA Foundation menegaskan komitmennya dalam membina dan mengembangkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di sektor UMKM. Kali ini, langkah nyata diwujudkan dengan mengoptimalkan platform aplikasi digital sebagai penggerak kebangkitan usaha lokal di sektor UMKM.
Ketua PENA Foundation, Sandi Hanafiah, menuturkan bahwa adaptasi teknologi digital bagi pelaku UMKM masa kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak. Pasalnya, penetrasi internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi keseharian masyarakat luas.
“Hadirnya aplikasi digital ini diharapkan menjadi solusi riil bagi berbagai persoalan yang sering menjerat pelaku UMKM. Mulai dari kerumitan pelaporan keuangan, strategi pemasaran, perbaikan display produk, hingga membuka pintu akses permodalan dari pihak perbankan,” ungkap Sandi di sela-sela acara Sosialisasi dan Konsolidasi Aplikasi Digital Sahabat Pelaku Usaha Mikro (S.P.U.M) Kabupaten Bogor & Kota Depok, di kawasan Bojong Gede.
Platform yang diberi nama PENA Pos tersebut kini sudah mengudara dan dapat diunduh langsung melalui Google Play Store. Dengan rekam jejak membina puluhan ribu anggota UMKM, integrasi digital ini diproyeksikan mampu memperluas jangkauan pasar dan mendongkrak omzet penjualan secara drastis.

Bukan Sekadar Aplikasi, Melainkan Ekosistem Pembinaan Total
Lebih jauh, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada kemudahan teknologi. Fitur di dalam aplikasi juga dirancang sebagai ajang branding produk yang efektif karena terhubung langsung dengan berbagai ekosistem website komunitas.
“Kita tidak hanya fokus pada bagaimana anggota mendapat keuntungan finansial. Kami juga turun tangan memberikan pendampingan legalitas usaha, menyalurkan akses permodalan berkala yang akan dimulai pada 2026, hingga menggelar pelatihan-pelatihan kreatif seperti pembuatan pupuk, skincare, dan sabun,” jelas Sandi.
Bahkan, PENA Foundation telah menyiapkan peta jalan untuk memfasilitasi UMKM menembus pasar internasional. Bagi pelaku usaha yang memiliki kapasitas produksi berskala besar—seperti kerajinan lidi kelapa sawit maupun lidi kelapa—akan dipersiapkan untuk proses ekspor.
“Kami akan terus mendampingi dan membina agar UMKM ini benar-benar optimal. Kualitas produk lokal Indonesia itu sangat kompetitif dan sudah saatnya unjuk gigi di pasar internasional,” ujar Sandi.